Goodbye 2016

Posted: December 30, 2016 in Life

Yeay, akhirnya salah satu tahun terbaik dalam hidup gue berlalu juga.. Klo dibandingin dengan 10 tahun yang lalu, tahun ini 180 derajat lebih baik… Dua hal yang bikin gue bersyukur banget di tahun ini adalah I got my master with an unexpected result, it was beyond my expectation. and what makes me so grateful is I could go to mecca to perform Hajj… Another unplanned journey which finally ran really well…

Memang sih awal tahun ini sangat spektakuler banget, gue lewatin di London bareng temen2, kita nginep dua malam disana dengan semua tiket dan hotel serba dadakan. Also in 2016 was the first time I watched a concert, not only one but two concert,The Corrs which I admire the most and Adele, who doesnt know her? And just like a year before, I went to several places in the europe, dan yang bikin gue happy adalah gue bisa ikutan how to ride broomstick class di Alnwick Castle, came visiting Scotland and its highland, particularly Inverness which was so stunning, delightful, dazzling or whatever you name it, negara impian gue sejak kecil…. (ntar gue bikin tulisan terpisah klo ga males).

Dan sekarang saya sudah kembali di Jakarta, duduk manis di kubikel sambil wordpressing hahaha… Nope, kerjaan gue sekrang lebih ke serve the boss, nevertheless, I love it because I have to… Yup, I love my job.. I love my job… I love my job… I summarize my journey through 2016 best nine of Instagram….

And for all of you, I do really hope that y’all have a great year as well and keep your spirit high to welcome 2017…..

muse_anshori_full.jpg

Ojek Online dan Dampaknya….

Posted: November 22, 2016 in Uncategorized

Mungkin tulisan ini terlihat sangat basi, karena keberadaan ojek online ini memang sudah hits sejak setahun yang lalu.. Tapi tidak bagi saya, pertama kali nyobain ojek online hari minggu kemrn. Berasa deg2an juga sih, bingung nunggu dan segala macamnya…

Banyak keuntungan yang saya peroleh dengan keberadaan ojek online, pertama lebih murah, karena dua tahun yang lalu, dari stasiun depok ke rumah saya yang hanya berjarak 4 km, saya harus mengeluarkan kocek sekitar 25k, namun dengan ojek online ini hanya sekitar 8k, dan bahkan akan lebih murah lagi kalau menggunakan promo atau platform cashless yang disediakan oleh penyedia jasa ojek online…

Selain itu, ketika saya sedang di rumah, saya tidak perlu repot2 ke pangkalan ojek untuk mendapatkan kendaraan, saya hanya tinggal buka aplikasi sambil gegoleran di tempat tidur trus abang2 ojek datang deh. Intinya sebagai pelanggan yang sedikit melek dengan teknologi saya merasa diuntungkan dan dimudahkan dengan keberadaan ojek online…

Tapiiiii, sore tadi ketika saya berada di stasiun dan hendak menuju rumah, saya melirik sekilas ke pangkalan ojek dan menemukan banyak tukang ojek konvensional yang mencari pelanggan, sedihnya lagi sebagian besar tukang ojek yang ada di pangkalan ojek tersebut adalah bapak-bapak tua yang usianya sudah 60 tahun ke atas, dunno why, I feel so sad, banyak banget di antara penumpang kereta yang rela untuk jalan sedikit keluar stasiun kemudian memesan ojek online instead of using conventional motorcycle taxi.

Sedih sih melihat kondisi yang miris ini, di satu sisi saya sedih liat kondisi bapak-bapak itu yang ujan, tapi di sisi lain saya kok agak susah ngeluarin kocek sebesar itu kalau bisa bayar lebih murah… Hehehe….

Hajj 2016

Posted: September 22, 2016 in Uncategorized

Berawal dari saran seorang teman di akhir tahun kemrn, waktu itu saya sedang main ke rumah temen di London, dan saya ketemu teman lain yang kuliah di Durham, yang menyarankan saya kalau bisa berangkat haji dari UK. Alhamdulillah banget, saya dapat hidayah, dan memikirkan matang2 perkataan teman tersebut. Karena awalnya, jauh sebelum saya ke kuliah di Inggris, saya ingin jalan-jalan ke Eropa Timur dan Eropa Barat pasca menyelesaikan disertasi..

To cut long story short, alhamdulillah tanggal 4 september 2016 kemrn saya bisa berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan rukun islam yang kelima. Berangkat dari Inggris ga perlu antri bertahun-tahun kayak di Indo, ini adalah salah satu faktor kenapa saya ngebet banget berangkat haji dari Inggris, karena kita ga bisa menjamin bahwa saya masih punya umur atau diberi kesehatan selama 15 tahun ke depan, dan sebagainya..

Dari Birmingham saya berangkat menggunakan Turkish Airlines dan transit dulu di Istanbul untuk kemudian lanjut ke Jeddah. Ketika melewati Miqot kalau tidak salah di Juhfah dan diumumin di pesawat dan semua penumpang melafaskan talbiyah, saya merinding seketika, masih ga nyangka bisa berangkat haji tahun ini… It was beyond expectation.. Sampai Jeddah, saya harus antri imigrasi sekitar 8 jam untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Mekkah, dalam perjalanan ini, bus saya kami tumpangi sering distop orang untuk diberikan makanan dan minuman… What A Bless!!!

Travel Haji yang saya pakai menjanjikan bahwa penginapan saya dan teman-teman selama di Mekkah berada di Aziziyah yang berjarak 3 sampai 4 km dari Masjidil Harom, suprisingly, ternyata hotel saya sangat dekat dengan Harom, begitu nyeberang jalan udah nyampe perkarangan masjidil harom. Dan sebelumnya juga dijanjiin bahwa saya tidak akan dapat makan, tetapi sampai disana kita dapat three time of meals each day.. Alhamdulillah banget…

Hanya saja, dua hari berada di Mekkah saya sakit, panas, flu, luka di kaki yang semakin parah dan sebagainya. Alhamdulillah selama proses haji, saya bisa melalui semua itu dengan kondisi yang tidak begitu fit. Mulai dari Mina, Arafah, Bermalam di Musdalifah hingga perjalanan ke Jamratan yang berjalan satu jam jalan kaki dari Tenda saya di Mina. Walaupun dengan kondisi yang tidak begitu fit, saya senang bisa melalui semua itu.

Hal yang menguatkan saya adalah ketika saya melihat ibu-ibu tua, tanpa bantuan mahram masih berupaya untuk melakukan semua kegiatan haji tersebut seorang diri, saya merasa malu dengan semua itu. Mereka semua tersebut menjadi faktor yang menguatkan saya untuk dalam melaksanakan ibadah haji kemrn, kalau mereka bisa, kenapa saya tidak dan harus mengeluh… Secara tidak langsung Allah menunjukkan itu semua untuk membuat saya kuat dan sabar… Memang ibadah haji ini merupakan ibadah fisik yang melelahkan, beda dengan umrah..

I’m so grateful, no words can describe what I’m feeling… Dalam waktu yang tidak begitu lama, I got my MBA degree, and went to Mecca to perform Hajj.. It’s been a great

 

 

 

Dream Job

Posted: September 2, 2016 in Uncategorized

Pernah suatu kali ketika sedang mengerjakan tugas kelompak dan mendengerkan Christmas Carol, seorang teman dari Sri Lanka bertanya; “Muse, What is your dream Job? Have you go it?”. To be honest, saya tersentak dengan pertanyaan teman itu, saya berpikir sebentar, recalling my time when I was a kid, yah.. Saya memang bercita-cita bekerja sebagai PNS, dan khususnya pegawai pajak.. Karena apa? Rumah orang tua dulu dekat dengan rumah dinas pegawai pajak yang dulu tampaknya keren sekali.. Well… It was….

As time goes by, saya merasa nothing special dengan “dream job” ketika saya masih kecil. Sebenarnya ada dua dream job yang saya pengen banget. Pertama,  saya pengen sekali jadi asisten pribadi seperti Andrew Paxton (Ryan Reynolds) yang bekerja dengan Margaret Tate (Sandra Bullock) seperti di Film the proposal, atau Andy (Anne Hathaway) yang menghabiskan hari2nya bersama a killer lady like Miranda Priestly (Meryl Streep) di Devil Wears Prada, karena apa? Karena kita dituntut bekerja keras walaupun kerja keras itu ibaratnya remahan peyek yang cuma ngurus ini itu dan beberapa hal kecil lainnya… Sepertinya it would be so fun, habis itu ngomongin bos2 itu dengan teman sekantor hahaha…

Dan terakhir, saya pengen sekali bekerja di kedai kopi. Saya jadi ingat, beberapa waktu yang lalu bersama teman, kita ngopi2 di salah satu sudut kota Wolverhampton, pemilik kedai kopi itu ramah banget, dia ngajakin kita ngobrol, nanya kabar, how was your day so far, etc pertanyaan sederhana tetapi membuat saya merasa happy, a simple pleasure that life has been offer, when a stranger says enjoy your coffee and have a lovely day. Seneng banget…

Hal-hal sesedarhana itu aja sih, karena kalau saya membayangkan jakarta, keriuhan kota besar, yang ada di benak saya adalah keserakahan, ketergesa-gesaan, keegoisan, dan segalanya yang mostly negative.. Seru aja kiranya kalau di Jakarta ada tempat melarikan diri seperti kedai kopi yang saya temukan di Wolverhampton tersebut… Hopefully, someday I have enough money to start my own coffee shop…

 

After Multiply Ends….

Posted: July 21, 2016 in Uncategorized

Sejak tahun 2006 saya bergabung dengan sosial media bernama multiply, awalnya saya mendaftar di jejaring sosial ini adalah untuk mendownload lagu, maklum lah, saya anaknya murahan dan pecinta gratisan, jadi yah begitulah kehidupan masa lalu.. Namun, lama kelamaan saya mulai melirik fitur2 lain yang ada di sosial media tersebut seperti review, blog, foto etc, ibaratnya makanan, multiply itu paket komplit.. Bisa nulis notes doang semacam status di fesbuk, atau panjang lebar dan blog, atau aplod foto doang seperti Instagram, dan sebagainya…

Saya mendapat banyak teman dari multiply ini, mulai dari anak SMA (lirik iwag) sampai oma2 atau aki2, semua ada.. Saya juga memiliki circle of friends yang sampai saat ini sering ketemu dan keep in touch meskipun saya jauh.. Saya ingat banget waktu ketemu monda, dani, ario, dll itu baru ketemu lima menit tapi kayak udah kenal 5 tahun dan langsung bikin berisik di transjakarta Blok M – Kota. Kemudian ada yang suka film semacam Ancha, Echan, Inggrid, Iwag, Reny, Bimo, Ardi, Timmy, Aulia, Fiken, MasAr, Kay, dan beberapa lainnya (maaf klo tidak tertulis) yang secara rutin mengadakan arisan film sampe sekarang…

Sayang beribu kali sayang, sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu atau bahkan lebih, Multiply lebih melirik online market yang kemudian menutup semua fitur2nya dan katanya sekarang gagal dan berganti nama, kemudian orang2 multiply ini tersebar ke beberapa tempat seperti blogspot dan wordpress…  Nevertheless, pertemanan di dunia nyata terus berlanjut dan bahkan hari sabtu kemrn saya bisa kopdar dengan teman multiply lainnya yang ada di UK…

Namanya Mbak Vita dan Ceu Osi yang super baik, awalnya saya ga kenal dengan beliau2 ini ketika multiply masih ada, credit to mbak Arni yang udah ngenalin saya ke mbak vita dan ceu osi, akhirnya disusun rencana sejak tahun kemrn dan terlaksana juga, mbak vita dan saya bertandang ke rumah ceu osi yang ada di Worcester (baca Wuster). Worcester sendiri merupakan town yang berjarak kurang lebih 45 min dari Birmingham, janjian dengan mbak vita yang berangkat dari Newcastle di Birmingham New Street Station, kita lanjut ke Worcester via Birmingham Snow Hill Station..

Sampai Worcester langsung ketemu ceu osi dan mengelilingi town, ke Cathedral dan Riverside, anyway gerejanya kece banget apalagi kalau naek keatas dan bayar 4 pounds. Setelah itu kita main ke rumah ceu osi dan saya langsung nyobain kursi pijet hehehe, habis itu barbecue, makan lamb chop, tempe mendoan, kue nastar, ikan bakan, dll it feels like home. Hal yang paling menyenangkan adalah ketika kita mengenang masa2 multiply berjaya dan mengingat teman2 yang ada.. What a moment..

Habis itu, kita karaoke di rumah ceu osi, and time flew so fast, ga terasa udah jam 7 malam dan kita kudu ngejer bis terakhir untuk ke stasiun..

Meskipun multiply udah ga ada, tapi a feeling as part of its member kayaknya bakal terus ada, lumayan bisa ketemuan dan ngobrol2 dan memperluas koneksi…

Thanks multiply!!

Ceritanya sebulan lebih kemrn tepatnya pas bulan ramadhan saya memang dengan sengaja menguninstall semua media sosial yang ada di gadget, path, twitter, facebook, messenger etc, alasannya simple, saya ga mau bulan puasa diisi dengan kegiatan2 yang tidak terlalu penting dan salah satunya adalah ngutak ngatik sosmed untuk komentar ini itu ono ini yang kadang endingnya ga bagus….

Kenapa endingnya ga bagus? Karena mungkin beberapa temen membuat status keluhan atau amarah, dan kadang saya membatin ini orang seolah-olah saya orang yang lebih benar dari mereka karen tidak mengumpat atau marah-marah di sosial media. Selain itu, kalau sudah maenan HP, bisa2 lebih dari 30 min, bayangin aja klo dipake ngaji etc, kan lumayan bisa setengah juz atau satu juz (macam orang betul aja)…

Jadilah saya memutuskan untuk hiatus selama sebulan lebih… Dan apa yang saya dapat selama hiatus? Saya bisa menyelesaikan lima buah buku selama satu bulan, which I never did for many years… Dua buku Jojo Mayes dan tiga buku James Patterson.. Selain itu, saya merasa lebih nyaman aja, tanpa mengomentari kehidupan orang yang memang sengaja dicurahkan di sosial media…

Saya jadi ingat, beberapa tahun yang lalu ada teman yang berantem karena sosial media, membuat status2 dan sindiran2 ga penting, yang membuat inti dari sosial media bergeser bukannya menjadi ajang silaturahmi melainkan tempat mencari keributan. Ketika saya memposting foto sedang berlibur juga malah sempat mendapat PM dari teman kalau saya terlalu pamer dll, somehow saya ga ngerti lagi apa gunanya sosial media, saya posting kegiatan di kampus salah, posting yang sedih dibilang galau, posting yang happy dibilang pamer, dan sebagainya…

Well, mungkin akan ada saatnya ketika saya benar-benar memutuskan untuk pensiun dari sosial media, saya akan meniru jejak J-law, Mila Kunis, Rachel McAdams, George Clooney, etc…

Just like Jennifer Garner once said “I don’t want any more guilt coming from my phone or computer,” thus, use your gadget wisely…

Time Flies…..

Posted: May 7, 2016 in Life, Uncategorized

Tidak terasa dalam waktu yang tidak terlalu lama, saya akan kembali ke Indonesia for good, absolutely… Sekarang, saya sudah mulai menyusun thesis (kalau disini nyebutnya Disertasi), mulai berpusing-pusing ria ketemu supervisor membahas ini dan itu… mmmm… Tapi bukan itu yang mau saya bahas…

Saat seperti ini, beda banget dengan pertama kali ketika saya datang ke UK, bawaannya malas, ga betah, ga nyaman, bete dan segala macam yang membuat saya pada awalnya menyesal untuk melanjutkan kuliah disini.. As time goes by, kemampuan memasak saya semakin ahli, kemampuan bahasa saya sudah semakin membaik, teman yang banyak dan mulai familiar dengan segalanya, saya mulai mencintai negara ini…

Apalagi di musim semi seperti saat ini, ketika suhu tidak terlalu panas dan warna-warni dimana-mana, saya merasa sangat senang..

Sekarang saya mulai bersyukur bisa merasakan semua ini, dulu ketika kecil, saya suka membaca buku Enid Blyton, tea time, taman dan piknik,  Saya ga berani membayangkan bisa berada di Inggris, saya membunuh mimpi itu sejak masih kecil. Namun ketika SMA, saya mulai menyukai British Band, dan membayangkan bisa jalan di pedesaan di Inggris sambil mendengarkan musik dari band kesukaan saya, atau mendengerkan musik-musik tersebut di sisi Sungai Thames sambil memandang Tower Bridge… Waktu itu rasanya sepertinya menyenangkan sekali…

Back to the time when I was down and I felt like I was at the lowest point of my life, I imagined that I sat in the side of Thames River and feeling the cold winter night.. In which, I thought that was the only way to cheer me up…

Alhamdulillah kesempatan itu datang juga, tanggal 22 Januari 2015, saya mendarat di UK, tepatnya di Birmingham, disambut dengan suhu minus 1 derajat, but I was unhappy at all, and now I totally regret it, I miss UK already even though I havent gone back for good.

Akhirnya, saya bisa melakukan apa yang saya idamkan dari dulu.. Saya pernah ke beberapa kedai kopi dan menikmati teh dan kopi seperti yang saya bayangkan ketika kecil, piknik di taman, jalan kaki menikmati pedesaan kecil, mendengarkan musik di sisi sungai Thames, saya sangat bersyukur akan semua itu…

IMG-20160507-WA0000